Supir Taksi Ngantuk, Kok Nyetir?


Dalam lima bulan belakangan ini, penulis naik taksi beberapa kali untuk berbagai keperluan. Diantaranya memberikan pengalaman yang kurang menyenangkan. Mengantuknya sang supir.

Ngantuk? Nyetir? Kok bisa ya.

Iya kok bisa, gak habis pikir. Apa salahnya dia istirahat lebih dulu demi kenyamanan dan keselamatan Kita semua. Sepanjang jalan menguap, mengucek mata, nyetir tersendat-sendat, bahkan salah satunya meminta untuk merokok. Dalam hati berkata kurang ajar benar nih orang. Tapi apa boleh buat karena saat itu penulis sedang berada di jalan yang memang jarang di lalui taksi lain, jadi sabar saja sampai tempat yang kira-kira ramai. Dan akhirnya penulis turun untuk ganti taksi.

Jangan menolak rejeki yang datang, memang suatu slogan yang baik untuk para penjual, tetapi kalau memang tidak sanggup atau belum siap lebih baik menunda dahulu karena si pembeli akan merasa sangat kecewa dengan hasil yang diberikan. Belum lagi kalau pembeli yang merasa dirugikan akan melapor pada atasan atau yang bertanggung jawab, atau pada publik. Tentu akibatnya akan sangat besar.

_________________________
Sent from Android Xtreme

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s